Kamis, 26 Oktober 2017

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA
Rany Agustin Rahayu
1B116819-5KA48


Apa yang dimaksud dengan analisis/evaluasi pekerjaan dan desain pekerjaan ?

Yang dimaksud dengan analisis pekerjaan adalah proses pengumpulan informasi mengenai suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja yang dilaksanakan dengan cara mengamati atau mengadakan interview terhadap pekerja dengan bukti-bukti yang benar dari supervisor. Analisis pekerjaan ini akan menghasilkan suatu daftar uraian pekerjaan pernyataan tertulis mengenai kewajiban-kewajiban pekerja dan bisa juga mencakup standart kualifikasi, yang merinci pendidikan dan pengalaman minimal yang diperlukan bagi seorang pekerja untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dari kedudukannya secara memuaskan.

Analisis pekerjaan adalah studi sistematis mengenai tugas, kewajiban, dan tanggung jawab dari suatu pekerjaan, serta pengetahuan, kemampuan, dan keahlian yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Analisis pekerjaan adalah titik awal untuk hampir semua fungsi personalia dan analisis ini sangat penting untuk mengembangkan cara penilaian personalia (Wheaton & Whetzel, 1997). Analisis pekerjaan dilakukan oleh individu yang sungguh memahami orang-orang, pekerjaan dan keseluruhan sistem organisasi. Dalam realitanya analisis pekerjaan dilaksanakan oleh pakar job analysis, Job Analyser dari luar, supervisor, dan manager. Orang yang menganalisis pekerjaan harus terlatih dalam metode penelitian dasar selain itu juga harus ahli dalam teknik pengukuran objektif agar dapat menghasilkan analisis yang akurat.

Desain pekerjaan adalah fungsi penetapan kegiatan kerja seorang atau sekelompok karyawan secara organisasional. Tujuan Desain Pekerjaan untuk mengatur penugasan kerja supaya dapat memenuhi kebutuhan organisasi. Beberapa  elemen-elemen desain pekerjaan : elemen organisasional, elemen lingkungan, elemen keperilakuan. 
Berikut contoh struktur organisasi perusahaan PT Garuda Indonesia :

STRUKTUR ORGANISASI PT.GARUDA INDONESIA
                                                                       
Sejarah PT. Garuda Indonesia

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung mitos dalam legenda pewayangan. Garuda Indonesia berkantor pusat di Cengkareng, Jakarta, Indonesia. Selain berpusat di Jakarta, Garuda Indonesia juga memiliki kantor perwakilan yang tersebar di hampir seluruh kota besar di Indonesia dan juga kota-kota di luar negeri. Pada tanggal 26 Januari 1949 pesawat Dakota RI-001 “Seulawah” diterbangkan dari Calcutta menuju Rangoon untuk melaksanakan misi niaganya yang pertama kali. Itulah perusahaan pembawa bendera negara Republik Indonesia pertama yang mengudara di angkasa jagad raya. Peristiwa tersebut telah dijadikan sebagai hari lahirnya Garuda Indonesia yang baru dapat beroperasi pada tanggal 1 Maret 1950 dengan sejumlah pesawat yang diterima pemerintah Republik Indonesia dari perusahaan penerbangan KLM. Armada Garuda Indonesia yang pertama untuk melayani jaringan penerbangan di dalam negeri terdiri dari 20 pesawat DC-3/C-47 dan 8 pesawat jenis PBY – Catalina Amphibi. Untuk melebarkan sayapnya, Garuda kemudian mengadakan pembaruan armadanya yang tiba antara bulan Oktober 1950 dan Februari 1958 sehingga menjadi : DC 3/C-47 20 pesawat, Convair liner –240 8 pesawat, Convair liner- 340 8 pesawat, Convair liner – 440 8 pesawat, De Haviland Heron 14 pesawat. 9 Jaringan penerbangan Garuda Indonesia kemudian diperluas meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia kecuali Irian Jaya sedangkan ke luar negeri menjangkau kota-kota Singapura, Bangkok dan Manila. Disebabkan alasan teknis maka seluruh pesawat De Haviland Heron di hapus dari kekuatan armada Garuda. Selanjutnya antara tahun 1960 dan 1966 Garuda Indonesia mendapatkan tambahan armadanya lagi berupa pesawat-pesawat bermesin jet seperti : Convair liner 990 A 3 pesawat, Lockheed Electra L188C 3 pesawat, Douglas DC-8-55 1 pesawat. Garuda semakin berkembang dan seluruh pesawatnya kemudian terdiri dari pesawat bermesin jet. Kekuatan armadanya berturut-turut ditambah dengan tipetipe pesawat seperti; Douglas DC-10, Boeing B-747, Airbus A-300, dan A-330. Kegiatan Garuda lainnya adalah mengangkut ribuan jemaah haji setiap tahunnya. Selain itu Garuda Indonesia juga merupakan sarana angkutan bagi kunjungan resmi Kepala Negara ke berbagai negara. Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa nasional, Garuda Indonesia berjuang sekuat tenaga dalam menegakkan citra bangsa dan negara melalui pelayanannya. Kini jaringan penerbangan Garuda Indonesia telah menjangkau seluruh wilayah Republik Indonesia, sedangkan keluar negeri meliputi kota-kota di benua Asia, Australia dan Eropa.

Asal Nama Garuda Indonesia

Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman dari Presiden Soekarno yaitu Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu. Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial, yaitu Ik ben Garuda, Vishnoe’s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden yang berarti Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi d iatas kepulauanmu Maka pada tanggal 28 Desember 1949, terjadi penerbangan yang bersejarah yaitu pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Kemayoran – Jakarta untuk pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan logo baru, Garuda Indonesian Airways, nama yang diberikan Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini. 

Logo Perusahaan


Logo perusahaan mengandung arti sebagai berikut : Kepala Burung Garuda melambangkan Lambang Negara Republik Indonesia, Lima (5) Bulu Sayap melambangkan Pancasila, dan Warna Biru melambangkan Langit Angkasa.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan elemen penting untuk menjalankan aktivitas perusahaan yang menggambarkan hubungan wewenang dan tanggung jawab bagi setiap karyawan yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas, maka seluruh aktivitas perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik dan mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Selain itu, untuk mencapai tujuan dasar kerja sama yang mempunyai bentuk dan susunan yang jelas dalam tiap-tiap tugasnya serta menegaskan hubungan antara satu sama lain.



Fungsi-fungsi organisasi di PT. Garuda Indonesia pada tiap bagian adalah sebagai berikut:


  1. Tugas dan wewenang Direktur Utama Garuda (Chief Executive Officer) :   
  • Melaksanakan kepengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan dan bertindak selaku pimpinan dalam kepengurusan tersebut dan memelihara mengurus kekayaan perseroan.
  • Direksi bertanggung jawab penuh dalam melakukan tugasnya untuk kepentingan perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya, setiap anggota direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab untuk menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha perseroan dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.                               
  • Direksi berhak mewakili perseroan di dalam dan di luar pengadilan serta melakukan segala tindakan dan perbuatan baik mengenai kepengurusan maupun kepemilikan serta meningkatkan hubungan perseroan dengan pihak lain. 
  • Direksi berhak untuk menetapkan kebijaksanaan dalam memimpin dan mengurus perseroan, mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian perseroan termasuk penetapan gaji, pensiun atau jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi para pegawai dan menjalankan tindakan-tindakan lainnya baik mengenai pengurusan maupun pemilikan sesuai dengan ketentuanketentuan yang diatur dalam AD dan ditetapkan oleh RUPS dan direksi berkewajiban mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan kegiatan perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usahanya. 
  • Memberikan pertanggungjawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya perseroan berupa laporan tahunan termasuk perhitungan tahunan kepada RUPS. 
  • Memberikan laporan berkala menurut cara-cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan menyiapkan susunan organisasi perseroan lengkap dengan perincian tugasnya.
  1. Direktorat Strategi dan Umum (EVP Strategy & Corp. Affairs) Corporate Planning, Human Resources Development, Corporate Communication dan Corporate Security adalah unit-unit yang menjalankan fungsi strategis dan fungsi umum yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada : Direktur Strategi dan Umum : Corporate Secretary adalah unit yang menjalankan fungsi-fungsi legal dan umum perusahaan yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direksi. Corporate System Support & Development adalah unit yang menjalankan fungsi pengembangan system perusahaan yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direksi. Aviation Safety adalah unit yang menjalankan fungsi keselamatan penerbangan yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direksi Utama. Internal Audit adalah unit yang menjalankan fungsi pengawasan internal yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Perwakilan Setempat adalah unit yang menjalankan fungsi pemasaran dan penjualan serta bertindak sebagai perwakilan perusahaan untuk wilayah pasar yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direksi.
  1. Direktorat Keuangan (EVP Finance) Treasury Management, Financial Accounting, Manajerial Accouting&Controlling adalah unit-unit yang menjalankan fungsi manajemen keuangan, yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan.
  2. Direktorat Operasi (EVP Operation) Flight Safety, Operation Planning & Control, Flight Operations, Cabin Services dan Operation Support & Development adalah unitunit yang menjalankan fungsi operasional penerbangan yang memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan serta kenyamanan pemakai jasa penerbangan, yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direktur Operasi.
  3. Direktorat Teknik (EVP Engineering & Maintenance) Line Maintenance, Engineering Material, Quality Assurance dan Cooperation & System Development adalah unit-unit yang menjalankan fungsi perawatan armada yang memenuhi standar internasional, yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direktur Teknik.
  4. Direktorat Niaga (EVP Commercial) Marketing Development, Network Management, Passenger Services, Revenue Management, Cargo, Haji / Umroh / Workers adalah unitunit yang menjalankan fungsi niaga perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan, yang dalam kegiatannya bertanggung jawab kepada Direktur Niaga.



Struktur organisasi di unit divisi Corporate Communication dalam PT. Garuda Indonesia dipimpin oleh seorang Vice President dan juga 4 Senior Manager untuk mendukung program kerjanya yaitu Senior Manager Public Relations, Senior Manager Employee Communication, Senior Manager Corporate Identity Management, Senior Manager Corporate Social Responsibility serta terdapat Manager Protocol and Event. Vice President dan keempat Senior Manager serta Manager Protocol and Event mempunyai tugas masing-masing dalam menjalankan pekerjaan sebagai berikut :
  1. Vice President Corporate Communication: Menjamin terciptanya reputasi perusahaan yang positif dan tersedianya informasi mengenai perusahaan bagi stakeholders/shareholder secara cepat dan uptodate melaluiperencanaan, koordinasi, pengendalian dan evaluasi strategis serta program komunikasi perusahaan yang meliputi Public Relations, Media Melations, employee communication, corporate identity, corporate data center dan Corporate Social Responsibility (CSR) termasuk didalamnya Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), sesuai ketentuan dan peraturan perundanganyang berlakuserta prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
  2. Senior Manager Public Relations: Memastikan penyelenggaraan komunikasi eksternal perusahaan yang efektif melalui penerapan strategi Public Relations (Internal& Eksternal) guna mendukung peningkatan produktivitas karyawan dan image/reputasi perusahaan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
  3. Senior Manager Employee Communication: Memastikan penyelenggaraan komunikasi perusahaan melalui penerapan strategi komunikasi internal yang efektif guna mendukung peningkatan produktivitas karyawan dan image/reputasi perusahaan sesuai prinsipGood Corporate Governance(GCG).
  4. Senior Manager Corporate Identity Management: Memastikan penyelenggaraan komunikasi perusahaan melalui penerapan strategi Corporate Identity Management yang efektif guna mendukung peningkatan produktivitas perusahaan melalui corporate identity dan image/reputasi perusahaan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
  5. Senior Manager Corporate Social Responsibility: Memastikan terlaksananya program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) dan Corporate Social Responsibility (CSR), melalui penyaluran dana dan hibah serta program-program yang memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah usaha perusahaan guna mendukung pencapaian sasaran perusahaan sesuai peraturan perundangan dan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
  6. Manager Protocol and Event Menyaring event yang dibuat masing-masing unit dalam Corporate Communication PT. Garuda Indonesia dan menyesuaikannya dengan standar perusahaan serta membuat event tersebut menarik. Manager Protocol and Event juga berfungsi seperti protokol Negara, dengan membantu seluruh keperluan direksi termasuk pengawalan dan pendampingan kemanapun direksi pergi.
Peramalan Gaji

Gaji pada umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh para karyawan yang mempunyai jenjang jabatan manager, dan dibayarkan secara tetap per bulan. Sedangkan upah merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh) umumnya dibayarkan berdasarkan hari kerja, jam kerja, atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan. Dalam suatu perusahaan terdapat berbagai unsur dari biaya dan upah yang keseluruhannya disebut dengan biaya tenaga kerja. unsur-unsur gaji dan upah seperti terterah dibawah ini : 

  1. Gaji Pokok
    Gaji pokok merupakan gaji yang telah ditetapkan perusahaan berdasarkan kontrak kerjanya.
  2. Premi
    Premi adalah upah tambahan yang diberikan kepada karyawan dikarenakan karyawan tersebut telah bekerja dengan baik melebihi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Misalnya perusahaan telah menetapkan output standar yang harus diselesaikan sebanyak 20 unit/hari, maka bagi karyawan tersebut akan diberikan upah tambahan sebesar jumlah kelebihan standar.
  3. Lembur
    Lembur merupakan upah yang dibayarkan kepada karyawan yang melebihi jam kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Biasanya karyawan yang telah melakukan pekerjaan melebhi jam kerjanya maka akan ada tarif yang lebih tinggi dibandingkan tarif biasa.
  4. Bonus
    Bonus merupakan upah yang diberikan perusahaan pada suatu tahun fiskal memperoleh keuntungan yang ditetapkan setelah berkonsultsi dengan pemerintah dan serikat kerja.
  5. Catu
    Catu merupakan upah yang diberikan perusahaan kepada karyawan dalam bentuk barang, misalnya minyak, gula dan sebagainya.
  6. Perlengkapan dan sarana lain
    Merupakan upah yang diterima karyawan secara tidak langsung, upah ini berupa bentuk jasa seperti: hiburan, pelayanan kesehatan, dan transportasi yang diterima tidak dalam bentuk uang.
Jadi pada PT Garuda Indonesia sendiri setiap karyawan akan mendapatkan gaji yang berbeda-beda sesuai dengan jabatan, pendidikan dan keahlian masing-masing, sebagai contoh disini saya akan memberikan perkiraan gaji dengan jabatan yang berbeda di PT Garuda Indonesia : 
  •  Account Manager Rp 10,0 Jt
  • Account Officer Rp 2,5 Jt
  • Account Staff Rp 2,5 Jt
  • Accounting Rp 4,0 Jt
  • Accounting Manager and Office Manager Rp 12,0 Jt
  • Accounting Staff Rp 6,0 Jt
  • Administration Staff Rp 2,5 Jt
  • Aircraft Maintenance Planner Rp 8,0 Jt
  •  Aircraft Technician Rp 10,0 Jt
  • Analyst Rp 7,1 Jt
  • Analyst Intern Rp 2,5 Jt
  • Assistant Office Manager Rp 10,0 Jt
  • Copilot Rp 19,5 Jt
  • Costumer Service Rp 4,0 Jt
  • Crew Rp 4,0 Jt
  •  Maintenance Technician Rp 4,0 Jt
  • Management Trainee Rp 6,1 Jt
  • Manager Operasi Rp 16,5 Jt
  • Marketing Rp 11,5 Jt
  • Marketing & Sales Executive Rp 6,0 Jt
  • Marketing Staff Development Program Rp 6,0 Jt
  • Operation Analyst Rp 10,0 Jt
  • Pilot Rp 36,0 Jt
  • PPC Manager Rp 12,0 Jt
  • Pramugara Rp 6,0 Jt
  • Pramugari Rp 8,1 Jt
  • Quality & System Proc. Audit Specialist Rp 8,0 Jt
  • Quality Assurance Rp 8,0 Jt
  • Reservation Staff Rp 1,5 Jt



SUMBER :

Rabu, 04 Oktober 2017

Audit Teknologi Sistem Informasi

MAKALAH
AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

“IT AUDITOR”

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Matakuliah Audit Teknologi Sistem Informasi




Disusun Oleh
Rany Agustin Rahayu
1B116819 – 4KA18





FAKULTAS ILMU KOMPUTER JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Suatu perusahaan membutuhkan seseorang yang bisa memeriksa sistem dari perusahaan tersebut apakah sudah akurat atau belum. Kebutuhan akan pengambilan sebuah keputusan yang cepat dan akurat, persaingan yang ketat, serta pertumbuhan dunia usaha menuntut dukungan penggunaan tekhnologi mutakhir yang kuat dan handal. Dalam konteks ini keberhasilan organisasi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam memanpaatkan teknologi informasi secara optimal. Sukses auditor internal sangat tergantung kepada kemampuan menyumbang nilai terhadap organisasi melalui pemanfaatan tekhnologi informasi secara efektif. Secara umum IT Auditor adalah proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi yang memiliki hubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal dan sebagai proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan - pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan - pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. IT Auditor ini lebih dikenal dengan sebutan EDP Auditing (Electronic Data Processing), yang digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer.

1.2  Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini identifikasi masalahnya adalah apa itu IT Auditor. Sehingga adapun rumusan masalah terhadap masalah di atas : 

  • Apa pengertian dari IT Auditor
  • Apa tujuan dari IT Auditor
  • Tolls apa saja yang digunakan
  • Bagaimana konsep pelaksanaan IT Auditor
1.3  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu agar dapat memahami lebih dalam tentang IT Auditor, mengetahui tujuan dari IT Auditor, dan mengetahui tahapan-tahapan dari IT Auditor.

1.4  Manfaat Penulisan
Penulisan makalah IT Auditor ini manfaatnya yaitu agar dapat mengenal, memahami, dan mengerti lebih banyak lagi tentang IT Auditor serta dapat menambah pengetahuan.




BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian IT Auditor
Audit merupakan proses dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tindakan ekonomi, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait. Secara umum IT Auditor adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. IT Auditor lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual, jenis aktivitas ini disebut audit dengan computer. IT Auditor sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. IT Auditor bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

2.2 Jenis IT Auditor
1.      Sistem dan aplikasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
2.      Fasilitas pemrosesan informasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk. 
3.      Pengembangan sistem.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi. 
4.      Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi. 
5.      Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server. 

2.3 Alasan dilakukannya IT Auditor
Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa IT Auditor perlu dilakukan antara lain :

  • Kerugian akibat kehilangan data.
  •  Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  •  Resiko kebocoran data.
  •  Penyalahgunaan computer.
  •  Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
  • Tingginya nilai investasi perangkat keras dan peragkat lunak computer.

2.4 Manfaat IT Auditor
A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
·         Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
·         Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
·         Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.
B. Manfaat setelah system live (Post-Implementation Review)
·         Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
·         Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
·         Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
·         Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
·         Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
·         Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.

2.5 Lembar Kerja IT Auditor
§  Stakeholders :
-          Internal IT Deparment 
-          External IT Consultant 
-          Board of Commision 
-          Management 
-          Internal IT Auditoror 
-          External IT Auditoror 
§  Kualifikasi Auditor :
-          Certified Information Systems Auditor (CISA) 
-          Certified Internal Auditor (CIA) 
-          Certified Information Systems Security Professional (CISSP) 
§  Output Internal IT :
-          Solusi teknologi meningkat, menyeluruh & mendalam
-          Fokus kepada global, menuju ke standard-standard yang diakui 
§  Output External IT :
-          Rekrutmen staff, teknologi baru dan kompleksitasnya 
-          Outsourcing yang tepat 
-          Benchmark / Best-Practices 
§  Output Internal Audit & Business:
-          Menjamin keseluruhan audit 
-          Budget & Alokasi sumber daya 
-          Reporting
Susunan lembar kerja:
1.         Draft laporan audit (audit report)
2.         laporan keuangan auditan
3.         ringkasan informasi bagi reviewer
4.         program audit
5.         laporan keuangan atau lembar kerja yang dibuat oleh klien.
6.         Ringkasan jurnal adjustment
7.         working trial balance
8.         skedul utama
9.         skedul pendukung.




2.6 Metodologi IT Audit
       Fase 1 : Merencanakan Audit
       Fase 2 : Mengidentifikasikan risiko dan kendali
       Fase 3 : Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti
       Fase 4 : Mendokumentasikan temuan-temuan dan mendiskusikan dengan auditee
       Fase 5 : Laporan akhir dan mempresentasikan hasil-hasil

2.7  Tools yang digunakan pada IT Auditor
                1.      Hardware :

  • Harddisk IDE dan SCSI kapasitas sangat besar, CD-R, DVR drives
  •  Memori yang besar (1 – 2 GB RAM)
  • Hub, Switch, keperluan LAN
  • Legacy hardware (8088s, Amiga)
  •  Laptop Forensic Workstations
2.    Software : 
  •  ACL (Audit Command Language)
  • Hash utility (MD5, SHA1)
  •  Text search utilities
  •  Drive imaging utilities (Ghost, Snapback, Safeback)
  • Forensic toolkits
  • Linux : TCT The Coroners Toolkit / ForensiX
  • Windows : Forensic Toolkit
  • Disk editors (Winhex)
  • Image and Document Readers (ACDSee, DecExt)




BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Istilah audit sistem informasi digunakan secara umum untuk menggambarkan dua jenis aktivitas yang berbeda yang terkait dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah ini adalah untuk menggambarkan proses pengkajian ulang dan pengevaluasian pengendalian internal dalam sistem pemrosesan data eektronik. Jenis kegiatan ini digambarkan sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan umum lainnya adalah untuk menggambarkan penggunaan komputer oleh seorang auditor untuk melakukan beberapa pekerjaan audit yang biasanya akan dikerjakan secara manual. Jenis aktivitas ini digambarkan sebagai auditing dengan komputer.
Teknologi audit sistem informasi telah berkembang seiring perkembangan sistem komputer. Namun demikian, tidak terdapat teknologi auditing secar keseluruhan. Sebaliknya, terdapat beberapa teknologi yang dapat digunakan dengan cukup baik untuk mencapai tujuan audit. Teknologi-teknologi audit sistem informasi berbeda satu sama lain, demikian juga keahlian teknis yang diperlukan untuk menggunakan teknologi-teknologi tersebut. Beberapa teknologi terkait erat dengan biaya yang cukup signifikan untuk diimplementasikan. 






Sumber :