Rabu, 04 Oktober 2017

Audit Teknologi Sistem Informasi

MAKALAH
AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

“IT AUDITOR”

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Matakuliah Audit Teknologi Sistem Informasi




Disusun Oleh
Rany Agustin Rahayu
1B116819 – 4KA18





FAKULTAS ILMU KOMPUTER JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Suatu perusahaan membutuhkan seseorang yang bisa memeriksa sistem dari perusahaan tersebut apakah sudah akurat atau belum. Kebutuhan akan pengambilan sebuah keputusan yang cepat dan akurat, persaingan yang ketat, serta pertumbuhan dunia usaha menuntut dukungan penggunaan tekhnologi mutakhir yang kuat dan handal. Dalam konteks ini keberhasilan organisasi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam memanpaatkan teknologi informasi secara optimal. Sukses auditor internal sangat tergantung kepada kemampuan menyumbang nilai terhadap organisasi melalui pemanfaatan tekhnologi informasi secara efektif. Secara umum IT Auditor adalah proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi yang memiliki hubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal dan sebagai proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan - pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan - pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. IT Auditor ini lebih dikenal dengan sebutan EDP Auditing (Electronic Data Processing), yang digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer.

1.2  Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini identifikasi masalahnya adalah apa itu IT Auditor. Sehingga adapun rumusan masalah terhadap masalah di atas : 

  • Apa pengertian dari IT Auditor
  • Apa tujuan dari IT Auditor
  • Tolls apa saja yang digunakan
  • Bagaimana konsep pelaksanaan IT Auditor
1.3  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu agar dapat memahami lebih dalam tentang IT Auditor, mengetahui tujuan dari IT Auditor, dan mengetahui tahapan-tahapan dari IT Auditor.

1.4  Manfaat Penulisan
Penulisan makalah IT Auditor ini manfaatnya yaitu agar dapat mengenal, memahami, dan mengerti lebih banyak lagi tentang IT Auditor serta dapat menambah pengetahuan.




BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian IT Auditor
Audit merupakan proses dalam memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti tindakan ekonomi, guna memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan ekonomi sudah sesuai dengan kriteria berlaku, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak terkait. Secara umum IT Auditor adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. IT Auditor lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual, jenis aktivitas ini disebut audit dengan computer. IT Auditor sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. IT Auditor bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

2.2 Jenis IT Auditor
1.      Sistem dan aplikasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
2.      Fasilitas pemrosesan informasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk. 
3.      Pengembangan sistem.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi. 
4.      Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi. 
5.      Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server. 

2.3 Alasan dilakukannya IT Auditor
Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa IT Auditor perlu dilakukan antara lain :

  • Kerugian akibat kehilangan data.
  •  Kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  •  Resiko kebocoran data.
  •  Penyalahgunaan computer.
  •  Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan.
  • Tingginya nilai investasi perangkat keras dan peragkat lunak computer.

2.4 Manfaat IT Auditor
A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
·         Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
·         Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
·         Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.
B. Manfaat setelah system live (Post-Implementation Review)
·         Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
·         Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
·         Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
·         Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
·         Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
·         Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.

2.5 Lembar Kerja IT Auditor
§  Stakeholders :
-          Internal IT Deparment 
-          External IT Consultant 
-          Board of Commision 
-          Management 
-          Internal IT Auditoror 
-          External IT Auditoror 
§  Kualifikasi Auditor :
-          Certified Information Systems Auditor (CISA) 
-          Certified Internal Auditor (CIA) 
-          Certified Information Systems Security Professional (CISSP) 
§  Output Internal IT :
-          Solusi teknologi meningkat, menyeluruh & mendalam
-          Fokus kepada global, menuju ke standard-standard yang diakui 
§  Output External IT :
-          Rekrutmen staff, teknologi baru dan kompleksitasnya 
-          Outsourcing yang tepat 
-          Benchmark / Best-Practices 
§  Output Internal Audit & Business:
-          Menjamin keseluruhan audit 
-          Budget & Alokasi sumber daya 
-          Reporting
Susunan lembar kerja:
1.         Draft laporan audit (audit report)
2.         laporan keuangan auditan
3.         ringkasan informasi bagi reviewer
4.         program audit
5.         laporan keuangan atau lembar kerja yang dibuat oleh klien.
6.         Ringkasan jurnal adjustment
7.         working trial balance
8.         skedul utama
9.         skedul pendukung.




2.6 Metodologi IT Audit
       Fase 1 : Merencanakan Audit
       Fase 2 : Mengidentifikasikan risiko dan kendali
       Fase 3 : Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti
       Fase 4 : Mendokumentasikan temuan-temuan dan mendiskusikan dengan auditee
       Fase 5 : Laporan akhir dan mempresentasikan hasil-hasil

2.7  Tools yang digunakan pada IT Auditor
                1.      Hardware :

  • Harddisk IDE dan SCSI kapasitas sangat besar, CD-R, DVR drives
  •  Memori yang besar (1 – 2 GB RAM)
  • Hub, Switch, keperluan LAN
  • Legacy hardware (8088s, Amiga)
  •  Laptop Forensic Workstations
2.    Software : 
  •  ACL (Audit Command Language)
  • Hash utility (MD5, SHA1)
  •  Text search utilities
  •  Drive imaging utilities (Ghost, Snapback, Safeback)
  • Forensic toolkits
  • Linux : TCT The Coroners Toolkit / ForensiX
  • Windows : Forensic Toolkit
  • Disk editors (Winhex)
  • Image and Document Readers (ACDSee, DecExt)




BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Istilah audit sistem informasi digunakan secara umum untuk menggambarkan dua jenis aktivitas yang berbeda yang terkait dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah ini adalah untuk menggambarkan proses pengkajian ulang dan pengevaluasian pengendalian internal dalam sistem pemrosesan data eektronik. Jenis kegiatan ini digambarkan sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan umum lainnya adalah untuk menggambarkan penggunaan komputer oleh seorang auditor untuk melakukan beberapa pekerjaan audit yang biasanya akan dikerjakan secara manual. Jenis aktivitas ini digambarkan sebagai auditing dengan komputer.
Teknologi audit sistem informasi telah berkembang seiring perkembangan sistem komputer. Namun demikian, tidak terdapat teknologi auditing secar keseluruhan. Sebaliknya, terdapat beberapa teknologi yang dapat digunakan dengan cukup baik untuk mencapai tujuan audit. Teknologi-teknologi audit sistem informasi berbeda satu sama lain, demikian juga keahlian teknis yang diperlukan untuk menggunakan teknologi-teknologi tersebut. Beberapa teknologi terkait erat dengan biaya yang cukup signifikan untuk diimplementasikan. 






Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar